Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi, Kejati Sulteng Tahan Mantan Sekkab Balut

KEPALA Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banggai Laut, Idhamsyah S Tompo digiring ke mobil menuju rumah tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, Jumat (25/6/2021). FOTO: KEJATI SULTENG

SultengTerkini.Com, PALU– Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menetapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banggai Laut (Balut), Idhamsyah S Tompo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran BPKAD Balut tahun 2020.

Usai dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, Idhamsyah S Tompo yang juga mantan penjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Balut itu langsung dilakukan penahanan oleh Kasi Uheksi M Nur Eka Firdaus yang dipimpin Asipidsus Moh Jefrry.

Idhamsyah S Tompo lalu digiring ke mobil tahanan menuju rumah tahanan (Rutan) Klas II Palu, Jumat (25/6/2021).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy melalui Kasi Penkum, Reza Hidayat mengatakan, tersangka Idhamsyah Tompo ditahan berdasarkan surat perintah penahanan nomor: print 03/P.2.5 /Fd.1/06/2021.

“Penahanan  terhadap tersangka untuk kepentingan penyidikan,” katanya.

Dia mengatakan, tersangka Idhamsyah S Tompo diancam melanggar ke satu primair pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.  Dan subsidair pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan kedua pasal huruf e UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor atau kedua pasal 12 huruf g UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor.

“Setelah tersangka Idhamsyah Tompo, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang menyusul,” tuturnya.

Saat ini kata dia, penyidik terus bekerja maraton di lapangan untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. CAL

(Visited 34 times, 34 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *